MUKOMUKO, Mediacenter – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko terus mendorong produk pangan khas daerah agar memiliki daya saing lebih tinggi dan mampu menembus pasar yang lebih luas. Salah satu upaya yang dilakukan melalui fasilitasi pengurusan izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pengolah rendang lokan.
Program tersebut dilaksanakan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Mukomuko. Dari 27 UMKM pengolah rendang lokan yang menjadi sasaran, sebanyak enam UMKM mendapatkan fasilitasi pada tahap awal.
Kepala Disperindagkop dan UKM Kabupaten Mukomuko, Syafriadi, SH, mengatakan fasilitasi legalitas produk merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat kualitas dan daya saing UMKM lokal.
Menurutnya, izin BPOM tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan persyaratan administrasi, tetapi juga menjadi salah satu modal penting bagi produk lokal untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas jaringan pemasaran.
“Pemerintah daerah ingin produk khas Mukomuko memiliki kualitas dan legalitas yang semakin baik. Karena itu, pelaku UMKM kita dampingi agar siap memenuhi persyaratan dan memiliki peluang lebih besar untuk memasarkan produknya ke pasar yang lebih luas,” ujar Syafriadi, Jumat (14/8/2026).
Ia menjelaskan, enam UMKM yang masuk dalam tahap awal merupakan pelaku usaha yang dinilai telah memiliki kesiapan dasar untuk mengikuti proses pengurusan izin. Kesiapan tersebut antara lain berkaitan dengan kelengkapan administrasi dan kondisi produk.
Sementara itu, sebanyak 21 UMKM lainnya belum dapat difasilitasi pada tahap awal. Kondisi tersebut dipengaruhi keterbatasan kuota serta kesiapan masing-masing pelaku usaha dalam memenuhi persyaratan yang diperlukan.
Syafriadi menegaskan, pemerintah daerah tidak hanya mendorong pelaku usaha mengejar legalitas, tetapi juga memberikan pendampingan agar produk benar-benar memenuhi standar yang dipersyaratkan.
Pendampingan dilakukan mulai dari perbaikan proses produksi, kebersihan dan higienitas, penggunaan sarana produksi, hingga pengemasan produk.
“Tidak semua usaha bisa langsung diajukan. Ada standar yang harus dipenuhi, terutama dari sisi proses produksi dan fasilitas. Karena itu, kita bantu pelaku usaha dari awal supaya ketika pengajuan dilakukan, mereka sudah lebih siap,” jelasnya.
Menurut Syafriadi, peningkatan kualitas produk menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan dari upaya memperluas pemasaran. Produk yang memiliki legalitas serta proses produksi yang memenuhi standar akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan dari konsumen maupun calon mitra pemasaran.
Ia berharap, keberadaan izin dan peningkatan kualitas produksi nantinya dapat membuka peluang bagi produk rendang lokan Mukomuko untuk dipasarkan tidak hanya di dalam daerah, tetapi juga ke luar Kabupaten Mukomuko.
“Dengan legalitas dan kualitas produk yang semakin baik, kita berharap rendang lokan Mukomuko bisa memiliki pasar yang lebih luas. Ini juga menjadi bagian dari upaya menjadikan produk lokal sebagai sumber nilai tambah bagi masyarakat,” katanya.
Pemkab Mukomuko juga mendorong pelaku UMKM agar tidak berhenti setelah memperoleh legalitas. Peningkatan kualitas rasa, kemasan, kapasitas produksi, pemasaran, dan inovasi produk tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan agar mampu menghadapi persaingan pasar.
Syafriadi mengatakan, pemerintah daerah akan terus melakukan fasilitasi secara bertahap sesuai dengan program, ketersediaan anggaran, serta kesiapan pelaku usaha.
“Sebanyak 21 UMKM yang belum terakomodasi pada tahap awal tetap menjadi perhatian kami. Akan kita upayakan untuk masuk dalam fasilitasi berikutnya sesuai kesiapan dan ketersediaan program,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan UMKM pangan lokal diharapkan tidak hanya berdampak terhadap perkembangan usaha masing-masing pelaku, tetapi juga mampu memperkenalkan potensi kuliner khas Mukomuko kepada masyarakat yang lebih luas.
Dengan semakin banyak produk lokal yang memiliki legalitas, kualitas, dan kemasan yang baik, Pemkab Mukomuko optimistis UMKM daerah dapat berkembang lebih kuat sekaligus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Harapan kita, produk khas Mukomuko semakin dikenal, semakin dipercaya konsumen, dan mampu berkembang menjadi produk unggulan daerah yang memiliki nilai ekonomi serta daya saing,” tutup Sayfriadi. (MC Kominfo/end)
Editor: admin mukomuko