MUKOMUKO, Mediacenter– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat mengantisipasi potensi dampak buruk fenomena iklim El Nino. Langkah pencegahan sejak dini ditingkatkan melalui pemetaan daerah rawan kekeringan serta kawasan yang rentan mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh wilayah Kabupaten Mukomuko.
Langkah cepat ini diambil mengingat ancaman puncak El Nino berpotensi memicu penurunan curah hujan secara drastis dalam jangka waktu yang cukup panjang. Kondisi cuaca kering yang parah tersebut dikhawatirkan dapat memicu kesulitan air bersih untuk kebutuhan warga dan lahan pertanian, sekaligus mempertinggi bahaya kebakaran pada kawasan hutan terbuka serta tanah gambut.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Mukomuko, Ruri Irwandi, ST, MT, menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyusun rencana kesiapsiagaan secara menyeluruh guna menekan potensi kerugian lingkungan maupun ekonomi masyarakat.
“Kami terus mengencangkan pemantauan perkembangan cuaca dan memetakan titik-titik daerah yang paling rawan terdampak kekeringan maupun kebakaran lahan. Kerja sama antardinas terus kita perkuat untuk memastikan kesiapan berjalan baik, termasuk penyiapan sumber air cadangan serta tata cara penanganan darurat,” ujar Ruri Irwandi dalam keterangannya, Sabtu (1/8/2026).
Ruri menekankan bahwa upaya pencegahan jauh lebih baik daripada tindakan penanganan saat bencana sudah terlanjur meluas. Menurutnya, proses pemadaman kebakaran lahan maupun penyaluran bantuan air bersih saat kekeringan meluas membutuhkan ketersediaan daya yang besar, waktu panjang, serta membahayakan keselamatan para petugas di lapangan. Oleh karena itu, Pemkab Mukomuko mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam menjaga kelestarian lingkungan mulai dari tingkat rumah tangga.
“Kami meminta masyarakat mulai dari sekarang membiasakan pola hidup hemat air bersih. Penggunaan air secara terukur di tengah ancaman kemarau sangat penting agar tidak terjadi kekurangan air di tingkat rumah tangga maupun di bidang pertanian,” imbaunya.
Di samping itu, BPBD Mukomuko mengeluarkan peringatan keras melarang masyarakat dan pengolah lahan melakukan pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar. Kondisi pepohonan dan rumput yang mengering dipadu hembusan angin kencang di musim kemarau dapat membuat percikan api kecil menjalar secara liar dan sulit dipadamkan.
“Menjaga lingkungan dari ancaman El Nino adalah tanggung jawab kita bersama. Jika masyarakat acuh dan nekat membakar lahan, dampaknya sangat berbahaya, mulai dari ancaman kesehatan, kerugian ekonomi, hingga terganggunya hasil pertanian warga. Kewaspadaan bersama adalah hal yang tidak bisa ditawar,” tegas Ruri. (MC Kominfo/end)
Editor: admin mukomuko