MUKOMUKO, Mediacenter – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko mengambil langkah cepat dan proaktif dalam mengantisipasi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Menyusul lonjakan suhu udara serta kondisi cuaca panas terik dalam beberapa waktu terakhir, Pemkab Mukomuko melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) merapatkan barisan dengan menyiagakan personel penuh serta memperketat jadwal patroli di sejumlah kawasan titik rawan (hot spot).
Langkah kesiapsiagaan ini diambil berdasarkan rilis pemantauan kondisi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mencatat tingginya suhu udara di wilayah Kabupaten Mukomuko. Kondisi tersebut memicu pengeringan vegetasi semak belukar dan lahan gambut secara drastis, sehingga material di lapangan menjadi sangat rentan tersulut api.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Mukomuko, Ahmad Hidayat Syah, menegaskan bahwa penyiagaan personel dan penguatan patroli lapangan menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam mengedepankan upaya pencegahan dini (early prevention).
"Menghadapi fenomena cuaca panas terik saat ini, tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Mukomuko kita siagakan penuh. Kami memperketat patroli pemantauan secara berkala ke lokasi-lokasi yang terintegrasi sebagai peta rawan karhutla, guna memastikan jika timbul percikan api dapat segera kita tangani secara cepat," ujar Ahmad Hidayat Syah, Rabu (29/7/2026).
Ahmad menjelaskan, dalam pergerakan patroli kesiapsiagaan ini, kawasan lahan gambut mendapat porsi pengawasan ekstra. Hal tersebut mengingat karakteristik lahan gambut yang berpotensi memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire), di mana proses pemadamannya terbilang sangat rumit dan membutuhkan penanganan intensif apabila api telah menjalar.
Guna mengoptimalkan daya jangkau pengawasan di lapangan, BPBD Kabupaten Mukomuko juga membangun sinergi dan koordinasi berkesinambungan bersama jajaran pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta unsur TNI/Polri melalui peran Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
"Patroli ini tidak hanya dilakukan oleh tim BPBD semata, tetapi melibatkan kolaborasi dengan jajaran kecamatan hingga perangkat desa. Sinergi ini penting agar deteksi dini terhadap potensi asap atau titik panas dapat direspon dengan cepat sebelum meluas," tambahnya.
Di samping melakukan tindakan pengawasan dan kesiapsiagaan armada, petugas patroli di lapangan juga gencar memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat pemilik kebun dan petani.
Pemkab Mukomuko melarang keras pembukaan lahan baru maupun pembersihan areal pertanian dengan cara dibakar, karena tindakan tersebut sangat berbahaya dan dapat memicu sanksi hukum. Secara umum, hingga saat ini situasi di seluruh wilayah Kabupaten Mukomuko dilaporkan masih aman dan terkendali tanpa adanya insiden kebakaran berskala besar.
Meski demikian, Pemkab Mukomuko mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap memelihara kesadaran dan gotong royong dalam menjaga lingkungan dari bahaya karhutla.
"Kondisi daerah kita saat ini masih aman dan kondusif, namun kita tidak boleh lengah sedikit pun. Kami sangat mengharapkan peran aktif dan partisipasi seluruh masyarakat untuk tidak membakar lahan demi keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan lingkungan kita bersama di Kabupaten Mukomuko," tutup Ahmad Hidayat Syah. (MC Kominfo/end)
Editor: admin mukomuko