Berita Detail

Senin, 10 Agustus 2026
Disdikbud Mukomuko Perkuat Identitas Budaya Daerah Melalui Video Dokumenter

MUKOMUKO, Mediacenter – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mukomuko melalui Bidang Kebudayaan tengah mempersiapkan pembuatan video dokumenter yang memuat berbagai kekayaan budaya daerah sebagai upaya memperkuat identitas budaya Kabupaten Mukomuko.

Program tersebut direncanakan mulai dilaksanakan pada Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P) Tahun 2026 dan diharapkan menjadi media dokumentasi, edukasi, serta pelestarian budaya daerah bagi generasi sekarang dan generasi mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko Arni Gusnita, MM melalui Kepala Bidang Kebudayaan Sri Hawani Analisa, SE, mengatakan, pembuatan video dokumenter budaya merupakan langkah penting agar warisan budaya daerah tidak hanya diwariskan secara lisan, tetapi juga tersimpan dalam bentuk dokumentasi yang lebih terstruktur.

"Dokumentasi budaya sangat penting agar generasi mendatang memiliki sumber informasi yang jelas tentang sejarah dan tradisi daerahnya. Melalui video dokumenter, kekayaan budaya Mukomuko dapat dikenalkan lebih luas sekaligus menjadi bagian dari identitas daerah yang terus dijaga," ujar Sri Hawani Analisa, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, program tersebut sebenarnya telah direncanakan pada APBD murni tahun 2026, namun pelaksanaannya sempat tertunda karena penyesuaian anggaran. Setelah adanya perubahan anggaran, Disdikbud kembali menyiapkan tahapan pelaksanaan program tersebut.

"Kami bersyukur program ini kembali dapat dipersiapkan. Harapannya, proses produksi dapat berjalan lancar sehingga hasil dokumentasi budaya daerah segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat," tambahnya.

Sri Hawani menjelaskan, video dokumenter akan memuat berbagai seni dan tradisi budaya Kabupaten Mukomuko, termasuk budaya yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Beberapa unsur budaya yang direncanakan masuk dalam dokumenter antara lain Gandai, Sakora, Serunai, serta tradisi tempat mengaji (ngajing).

Seluruh unsur budaya tersebut akan dikemas dalam bentuk dokumenter yang menampilkan nilai sejarah, makna budaya, serta peranannya dalam kehidupan masyarakat Mukomuko.

"Kami ingin masyarakat memiliki bukti dokumentasi yang kuat tentang budaya daerahnya. Ketika suatu saat diperlukan informasi mengenai budaya Mukomuko, pemerintah daerah telah memiliki arsip budaya yang lengkap dan dapat ditunjukkan secara jelas," jelasnya.

Selain sebagai arsip budaya, dokumenter tersebut juga diproyeksikan menjadi media edukasi bagi pelajar dan generasi muda agar lebih mengenal budaya daerahnya sendiri. Disdikbud menilai pengenalan budaya sejak dini penting untuk menumbuhkan rasa bangga dan kepedulian terhadap warisan budaya lokal.

Sri Hawani menambahkan, dokumenter budaya juga dapat dimanfaatkan sebagai media promosi budaya daerah kepada masyarakat luar Kabupaten Mukomuko.

"Budaya daerah merupakan kekayaan yang harus dipromosikan secara positif. Melalui dokumenter ini, masyarakat luar daerah dapat mengenal tradisi dan kesenian khas Mukomuko dengan lebih mudah," katanya.

Disdikbud Mukomuko berharap pembuatan video dokumenter budaya dapat menjadi salah satu langkah konkret dalam memperkuat pelestarian budaya daerah di tengah perkembangan zaman dan arus modernisasi.

Pemerintah daerah menilai dokumentasi budaya yang baik akan membantu menjaga keberlangsungan tradisi sekaligus mendukung upaya pengembangan kebudayaan daerah secara lebih terarah.

"Kami berharap dokumenter ini tidak hanya menjadi arsip, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan kebanggaan bersama masyarakat Mukomuko. Budaya daerah harus tetap hidup dan dikenal oleh generasi yang akan datang," tutup Sri Hawani Analisa.

Melalui program tersebut, Pemkab Mukomuko menegaskan komitmennya untuk terus melestarikan, mendokumentasikan, dan memperkenalkan kekayaan budaya daerah sebagai bagian penting dari identitas dan jati diri masyarakat Kabupaten Mukomuko. (MC Kominfo/end)

Editor: admin mukomuko