MUKOMUKO, Mediacenter – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2026, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mukomuko mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilih secara bijak. Warga di 37 desa yang akan menggelar Pilkades diharapkan cermat dalam menentukan calon pemimpin yang dinilai mampu membawa kemajuan bagi desa masing-masing.
Tahapan penting menuju pemungutan suara akan dimulai dengan masa kampanye yang dijadwalkan berlangsung pada 16 hingga 18 November 2026. Selama tiga hari tersebut, masyarakat memiliki kesempatan untuk mengenali rekam jejak, visi, misi, serta program kerja masing-masing calon kepala desa sebelum menentukan pilihan pada 22 November 2026.
Kepala Bidang Pemerintahan Desa DPMD Kabupaten Mukomuko, Darsono, mengatakan Pilkades bukan sekadar memilih sosok pemimpin, tetapi juga menentukan arah pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa untuk beberapa tahun ke depan. Karena itu, warga diminta tidak terburu-buru menentukan pilihan hanya karena kedekatan pribadi maupun pengaruh pihak tertentu.
“Pilkades ini merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk menentukan siapa yang akan memimpin desa. Jadi, kenali calon dengan baik, dengarkan apa yang disampaikan, dan cermati program yang mereka tawarkan. Jangan hanya melihat sosoknya, tetapi perhatikan juga gagasan dan rencana kerjanya,” ujar Darsono, Jumat (30/10/2026).
Ia menjelaskan, masa kampanye harus dimanfaatkan para calon untuk menyampaikan program kerja secara terbuka dan realistis. Program yang ditawarkan hendaknya tidak sekadar menarik perhatian masyarakat, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan serta persoalan yang dihadapi desa.
Mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan masyarakat, hingga penguatan ekonomi warga menjadi sejumlah hal yang perlu diperhatikan. Dengan demikian, masyarakat dapat membandingkan program setiap calon dan menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan yang matang.
“Misalnya, apa yang menjadi persoalan di desa, pembangunan apa yang perlu diprioritaskan, dan bagaimana upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal-hal seperti itu perlu dijelaskan kepada warga, sehingga masyarakat bisa menilai apakah program yang ditawarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan desa,” jelasnya.
Selain mendorong masyarakat agar cermat memilih, DPMD Mukomuko juga mengingatkan seluruh calon kepala desa beserta tim pemenangan untuk menjaga suasana tetap kondusif selama tahapan Pilkades berlangsung. Persaingan politik di tingkat desa diharapkan tidak diwarnai saling menjatuhkan, provokasi, maupun penyebaran informasi bohong yang dapat memicu perpecahan.
Darsono menilai perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam sebuah proses demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh merusak hubungan kekeluargaan dan kebersamaan yang selama ini telah terjalin di tengah masyarakat.
“Setiap calon tentu ingin mendapatkan dukungan masyarakat. Namun, persaingan itu hendaknya dilakukan dengan cara yang baik. Silakan menyampaikan keunggulan dan program masing-masing, tetapi jangan sampai menjatuhkan pihak lain atau membuat masyarakat terpecah,” tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan Pilkades tidak hanya dilihat dari kelancaran proses pemungutan suara, tetapi juga dari kemampuan seluruh elemen masyarakat menjaga keamanan dan kerukunan setelah pemilihan selesai. Karena itu, siapa pun yang nantinya mendapat kepercayaan masyarakat harus dihormati sebagai bagian dari hasil demokrasi desa.
“Siapa pun yang mendapatkan kepercayaan masyarakat, itulah yang harus kita hormati. Jangan lagi mempermasalahkan perbedaan pilihan setelah Pilkades selesai. Mari kembali bersatu dan bersama-sama mendukung program pembangunan demi kemajuan desa,” tutup Darsono. (MC Kominfo/end)
Editor: admin mukomuko