MUKOMUKO, Mediacenter– Pemerintah Kabupaten Mukomuko resmi mengukuhkan diri sebagai salah satu daerah pelopor di Indonesia yang menerapkan tata kelola wilayah berbasis ilmu pengetahuan (science-based policy). Hal ini ditandai dengan peluncuran Inisiatif Multi-Pemangku Kepentingan untuk Pengembangan Lanskap Berkelanjutan yang digelar di Kantor Bupati Mukomuko, Kamis (9/4/2026). Langkah progresif ini menjadikan Mukomuko sebagai sorotan karena berhasil menyinergikan kekuatan pemerintah daerah dengan mitra global, akademisi, dan sektor swasta dalam satu meja demi pembangunan jangka panjang yang lestari.
Wakil Bupati Mukomuko, Rahmadi, AB, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa inisiatif ini adalah bukti nyata komitmen Pemkab Mukomuko dalam menghadapi tantangan zaman. Menurutnya, mengelola daerah yang kaya akan sumber daya alam memerlukan kolaborasi cerdas dari berbagai pihak.
"Hari ini Mukomuko membuktikan bahwa kita mampu bersinergi dengan lembaga internasional dan sektor swasta global. Ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan langkah nyata untuk memastikan setiap kebijakan pengelolaan lahan di daerah kita didasari oleh data dan ilmu pengetahuan yang akurat," ujar Wabup Rahmadi dalam arahannya.
Program yang difasilitasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Mukomuko ini melibatkan organisasi internasional seperti High Conservation Value Network (HCVN), serta mitra strategis sektor swasta global yakni SIPEF dan Arconesia.
Kepala Bapperida Mukomuko, Singgih Pramono, S.Sos., M.H., dalam laporannya menyebutkan bahwa kolaborasi ini merupakan instrumen penting untuk menaikkan posisi tawar Kabupaten Mukomuko di level nasional maupun mancanegara.
“Inisiatif ini menempatkan Mukomuko sebagai percontohan. Dengan mengadopsi metodologi skrining Nilai Konservasi Tinggi (High Conservation Value/HCV), kita sedang menunjukkan kepada dunia bahwa pembangunan di Mukomuko dilakukan secara bertanggung jawab dan memiliki standar global,” jelas Singgih.
Ia menambahkan, keterlibatan para ahli dari HCVN membantu daerah dalam mengidentifikasi kawasan krusial bagi ekosistem tanpa menghambat roda ekonomi masyarakat.
"Hasil dari workshop yang kita laksanakan pada 6 dan 9 April ini akan menjadi basis data penting bagi arah pembangunan Mukomuko di masa depan," pungkasnya.
Dukungan penuh juga disampaikan oleh Dr. Matthew Nowak, Director of Sustainability SIPEF Indonesia. Ia menilai keberanian Pemkab Mukomuko dalam menggandeng berbagai pemangku kepentingan menunjukkan kepemimpinan daerah yang visioner.
“Kolaborasi ini akan memperkuat posisi Mukomuko di pasar global sebagai daerah penghasil komoditas unggulan yang memenuhi standar kelestarian dunia. Melalui analisis yang terpadu dan penerapan nyata di lapangan, kita bersama-sama mendorong pembangunan daerah yang tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan,” ungkap Dr. Matthew.
Melalui peluncuran inisiatif ini, Pemkab Mukomuko tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi sesaat, tetapi juga membangun infrastruktur kebijakan yang kuat untuk anak cucu. Sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara akselerasi ekonomi dengan kelestarian ekologi.
Dengan langkah ini, Mukomuko kini siap menjadi rujukan bagi daerah lain di Indonesia dalam hal pengelolaan lanskap yang inklusif, modern, dan berkelanjutan. (MC Kominfo/end)
Editor: admin mukomuko