Berita Detail

Selasa, 06 Oktober 2026
BPBD Mukomuko Perkuat Kesiapsiagaan Personel untuk Hadapi Bencana

MUKOMUKO, Mediacenter – Pemerintah Kabupaten Mukomuko terus memperkuat kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana dengan meningkatkan kemampuan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan penanganan bencana dapat berlangsung cepat, tepat, dan terkoordinasi demi melindungi masyarakat.

Penguatan kesiapan tersebut dilakukan melalui berbagai pelatihan dan latihan penanggulangan bencana. Personel BPBD tidak hanya dibekali pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab, tetapi juga terus diasah agar memiliki keterampilan dalam menghadapi kondisi darurat di lapangan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mukomuko, Ruri Irwandi, ST, MT, mengatakan kesiapan petugas menjadi salah satu faktor penting dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat ketika bencana terjadi.

Menurutnya, situasi bencana dapat berubah dengan cepat dan tidak selalu dapat diprediksi. Karena itu, petugas harus memiliki kemampuan yang memadai agar dapat segera mengambil tindakan sesuai kondisi yang dihadapi.

“Personel harus terus dilatih dan memperdalam ilmu penanggulangan bencana. Kalau sewaktu-waktu bencana terjadi, mereka harus sudah siap dan mampu bergerak cepat melakukan penanganan,” ujar Ruri, Selasa (6/10/2026). 

Ia menjelaskan, kemampuan petugas dalam menghadapi keadaan darurat mencakup berbagai aspek. Mulai dari mengenali kondisi di lokasi kejadian, menentukan langkah penanganan, melakukan evakuasi, memberikan pertolongan awal kepada korban, hingga berkoordinasi dengan unsur terkait.

Kemampuan tersebut menjadi penting karena proses penanganan bencana tidak hanya membutuhkan kecepatan, tetapi juga ketepatan dalam mengambil keputusan. Kesalahan dalam melakukan evakuasi atau memberikan pertolongan dapat berisiko terhadap keselamatan masyarakat yang terdampak.

Karena itu, latihan secara berkelanjutan diperlukan untuk memastikan setiap personel memahami prosedur dan perannya masing-masing. Dengan latihan yang cukup, petugas diharapkan tidak mengalami kebingungan ketika harus berhadapan dengan kondisi darurat yang membutuhkan respons segera.

Selain meningkatkan kemampuan individu, latihan juga menjadi sarana untuk membangun kesamaan pola kerja di antara personel BPBD. Koordinasi yang baik diperlukan agar setiap tindakan di lapangan dapat dilakukan secara terarah dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Ilmu yang mereka dapatkan harus benar-benar diterapkan dan terus dikembangkan. Kita ingin ketika bencana datang, personel tidak lagi bingung menentukan langkah, tetapi sudah memahami tugas masing-masing,” jelas Ruri.

Menurutnya, kesiapsiagaan tidak dapat dibangun secara instan setelah bencana terjadi. Persiapan harus dilakukan sejak dini dan terus ditingkatkan agar petugas memiliki kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi di lapangan.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan kapasitas BPBD dalam memberikan pelayanan penanggulangan bencana kepada masyarakat. Dengan personel yang terlatih dan memiliki pola kerja yang jelas, proses penanganan diharapkan dapat berjalan lebih efektif ketika masyarakat membutuhkan bantuan.

Ruri berharap latihan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat semakin mematangkan kemampuan seluruh personel. Dengan demikian, BPBD Mukomuko dapat memberikan respons yang cepat dan terukur sekaligus meminimalkan risiko terhadap masyarakat ketika terjadi bencana.

“Dengan latihan yang dilakukan secara berkelanjutan, saya berharap kemampuan petugas semakin teruji. Target akhirnya, setiap kejadian bencana dapat ditangani secara cepat, terkoordinasi dan terukur sehingga risiko terhadap masyarakat dapat ditekan semaksimal mungkin,” tutup Ruri. (MC Kominfo/end) 

Editor: admin mukomuko