MUKOMUKO, Mediacenter – Kerja keras Pemerintah Kabupaten Mukomuko dalam menekan angka penularan penyakit menular berbasis lingkungan membuahkan hasil nyata. Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), Pemkab Mukomuko mencatatkan capaian impresif dengan zero kasus (nol kasus) penyakit kaki gajah atau filariasis di seluruh wilayah kabupaten sepanjang tahun 2026.
Kepastian status bersih dari penularan penyakit tropis terabaikan (neglected tropical diseases) ini diperoleh berdasarkan rekapitulasi data surveilans biologis yang dihimpun secara berjenjang dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (faskes), baik puskesmas, klinik, maupun rumah sakit daerah di Kabupaten Mukomuko.
Capaian ini menjadi bukti konkret keberhasilan program edukasi pencegahan, penanganan vektor nyamuk, serta pemberian obat pencegahan massal yang telah digencarkan secara konsisten oleh jajaran tenaga kesehatan selama beberapa tahun terakhir.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Jajat Sudrajat, S.K.M., M.Si., menyampaikan bahwa keberhasilan memutus mata rantai penularan filariasis hingga titik nol merupakan capaian strategis daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan publik.
Ia menilai status zero case ini tercapai berkat koordinasi lintas sektor yang solid serta tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan pemukiman.
"Nihilnya laporan kasus baru filariasis sepanjang tahun 2026 ini mengonfirmasi bahwa intervensi medis dan langkah preventif yang kita jalankan di lapangan berjalan sesuai dengan indikator keberhasilan. Ini adalah buah dari komitmen bersama antara pemerintah daerah, para tenaga medis di garis depan, dan keterlibatan aktif warga," terang Jajat, Selasa (21/7/2026).
Meskipun Kabupaten Mukomuko saat ini berada pada zona aman, Dinas Kesehatan menegaskan tidak akan mengendurkan sistem pengawasan. Status bebas kasus baru tidak boleh membuat jajaran faskes dan masyarakat menjadi terlena, mengingat vektor penular penyakit ini, yakni berbagai jenis nyamuk, masih berpotensi berkembang biak jika sanitasi lingkungan memburuk.
Guna mempertahankan prestasi ini, Dinkes Mukomuko menginstruksikan seluruh jaringan puskesmas dan petugas pembina desa untuk terus mengintensifkan kegiatan surveilans aktif serta pemantauan jentik secara berkala.
"Kami telah menginstruksikan seluruh jajaran puskesmas agar tetap siaga melakukan deteksi dini. Pengawasan ketat terus kita berlakukan di seluruh tingkatan faskes. Kita harus memastikan bahwa begitu ada gejala klinis yang mencurigakan di tengah masyarakat, penanganan medis dapat langsung diberikan secara cepat dan tepat sebelum meluas," tegasnya.
Lebih lanjut, Jajat menekankan bahwa tantangan terbesar dalam menjaga status nol kasus ini berada pada konsistensi masyarakat dalam menjalankan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) serta Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Pemerintah Kabupaten Mukomuko mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk terus memelihara kebersihan lingkungan sekitar, menguras penampungan air secara rutin, dan menjaga drainase agar tidak menjadi tempat pembiakan nyamuk.
"Status bebas filariasis ini harus kita pertahankan bersama secara berkelanjutan. Benteng pertahanan terkuat kita terletak pada kedisiplinan warga dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat. Pemkab Mukomuko berkomitmen penuh untuk mengawal daerah ini agar tetap aman dan terbebas dari ancaman penyakit kaki gajah di masa-masa mendatang," tutup Jajat. (MC Kominfo/end)
Editor: admin mukomuko