MUKOMUKO, Mediacenter – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengambil langkah proaktif dalam menjaga kebugaran para penyelenggara pelayanan publik serta masyarakat luas. Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), baik yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemkab Mukomuko, dijadwalkan bakal menjalani pemeriksaan kesehatan secara gratis.
Program ini disiapkan sebagai bentuk deteksi dini (early detection) terhadap berbagai potensi gangguan kesehatan non-menular yang kerap tidak disadari, sekaligus memastikan kondisi fisik para ASN tetap prima saat menjalankan tugas pelayanan publik kepada masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Jajat Sudrajat, S.K.M., M.Si., menegaskan bahwa jaminan kesehatan bagi jajaran aparatur memiliki korelasi langsung terhadap efektivitas dan kualitas kinerja organisasi pemerintah daerah.
"Seluruh ASN di lingkungan Pemkab Mukomuko akan kita periksa kesehatannya secara gratis. Langkah ini sangat penting sebagai tindakan preventif untuk memastikan kondisi fisik para pegawai benar-benar fit dan prima dalam menjalankan tugas-tugas pelayanan," ujar Jajat Sudrajat saat memberikan keterangan resminya, Kamis (30/7/2026).
Sesuai jadwal teknis yang dirancang Dinkes Mukomuko, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan massal ini akan bergulir sepanjang bulan Agustus 2026. Dinkes telah menyusun skema alur pelayanan terpadu agar seluruh proses pemeriksaan bagi ASN berjalan tertib tanpa mengganggu rutinitas jam kerja operasional di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Tak hanya menyasar kalangan jajaran pemerintah, Pemkab Mukomuko juga memperluas jangkauan program pemeriksaan kesehatan gratis ini untuk seluruh lapisan masyarakat umum. Seluruh fasilitas Puskesmas yang tersebar di 15 kecamatan se-Kabupaten Mukomuko akan disiagakan sebagai garda terdepan penanganan di lapangan.
Jajat menjelaskan, perluasan program ini dipicu oleh masih rendahnya kesadaran warga dalam melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebelum timbulnya gejala sakit yang berat.
"Langkah ini kita ambil mengingat masih banyak warga yang baru berobat setelah penyakitnya terlanjur parah. Padahal, deteksi dini merupakan kunci utama pencegahan penyakit kronis. Melalui jaringan puskesmas di 15 kecamatan, kita ingin akses layanan promotif dan preventif ini benar-benar merata hingga ke tingkat desa," jelasnya.
Program pemeriksaan kesehatan gratis ini sekaligus menjadi momentum penguatan peran puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan dasar masyarakat. Dinkes Mukomuko memastikan seluruh sarana penunjang, logistik medis, serta tenaga kesehatan di tiap unit layanan telah dipersiapkan secara matang.
Menutup keterangannya, Jajat mengimbau seluruh ASN Pemkab Mukomuko dan warga masyarakat agar dapat memanfaatkan momentum pelayanan kesehatan tanpa pemungutan biaya ini secara maksimal.
"Kami mengimbau seluruh ASN dan masyarakat Kabupaten Mukomuko untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Ingat, pemeriksaan kesehatan itu justru paling ideal dilakukan saat kita merasa sedang sehat, bukan menunggu saat tubuh sudah jatuh sakit," tutup Jajat. (MC Kominfo/end)
Editor: admin mukomuko