Berita Detail

Sabtu, 01 Agustus 2026
Suhu Kering Picu Polusi Debu, Dinkes Mukomuko Imbau Masyarakat Proteksi Diri dari Risiko ISPA

MUKOMUKO, Mediacenter – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko melalui Dinas Kesehatan mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau. Cuaca kering yang melanda sejumlah wilayah memicu tingginya polusi debu jalanan, yang berpotensi memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko menegaskan pentingnya langkah proteksi mandiri untuk mengantisipasi potensi gangguan kesehatan, khususnya bagi warga yang kerap beraktivitas di luar ruangan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Jajat Sudrajat, S.KM, M.Si, menyampaikan bahwa paparan material debu halus di jalan raya saat kemarau dapat secara langsung mengganggu organ pernapasan. Menurutnya, penggunaan alat pelindung diri berupa masker kini menjadi kebutuhan krusial bagi keselamatan masyarakat.

“Debu jalanan saat cuaca kering sangat berisiko terhadap kesehatan pernapasan. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk selalu disiplin menggunakan masker ketika bepergian atau beraktivitas di luar rumah,” ujar Jajat Sudrajat, Sabtu (1/8/2026).

Jajat memaparkan, paparan partikel debu halus secara terus-menerus dapat memicu berbagai reaksi medis pada saluran pernapasan, mulai dari batuk, iritasi tenggorokan, hingga tingginya risiko infeksi paru-paru. Kondisi ini dikhawatirkan memburuk apabila masyarakat mengabaikan imbauan keselamatan lingkungan.

Selain penggunaan masker, Pemkab Mukomuko juga mengimbau warga untuk membatasi mobilisasi luar ruang jika tidak memiliki urusan yang mendesak.

“Apabila tidak ada kepentingan yang mendesak, sebaiknya kurangi aktivitas di luar rumah. Ini merupakan langkah preventif yang paling efektif untuk meminimalkan risiko terpapar polusi debu,” terangnya.

Sebagai bagian dari penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pihak Dinas Kesehatan juga mengingatkan warga untuk segera membersihkan diri sesampainya di rumah. Kebiasaan mencuci tangan, membersihkan wajah, dan mandi setelah bepergian sangat dianjurkan agar partikel debu tidak menempel lama di tubuh.

Di sisi lain, perhatian khusus diarahkan kepada kelompok masyarakat yang tergolong rentan, seperti bayi, anak-anak, lanjut usia (lansia), serta penderita penyakit pernapasan kronis. Kelompok ini dinilai memiliki tingkat kerentanan yang lebih tinggi terhadap dampak buruk polusi udara.

Mengakhiri keterangannya, Jajat menegaskan bahwa kesadaran kolektif dari masyarakat menjadi kunci utama pemerintah daerah dalam menekan angka kesakitan akibat dampak kemarau ini.

“Mengingat kondisi cuaca diprakirakan masih cukup kering dalam beberapa waktu ke depan, kami berharap imbauan pencegahan sederhana ini dapat dipatuhi bersama. Kepatuhan masyarakat adalah kunci utama agar tidak terjadi lonjakan kasus penyakit berbasis lingkungan di Kabupaten Mukomuko,” tutup Jajat. (MC Kominfo/end)

Editor: admin mukomuko