Berita Detail

Jumat, 24 Juli 2026
Jaga Produktivitas Lahan Sawah, Pemkab Mukomuko Tetapkan Pengeringan Daerah Irigasi Manjunto Mulai 1 September

MUKOMUKO, Mediacenter – Pemerintah Kabupaten Mukomuko menetapkan langkah strategis guna menjaga keandalan infrastruktur jaringan irigasi serta menjamin keberlanjutan produktivitas lahan pertanian jangka panjang. Memasuki Musim Tanam (MT) III Tahun 2026, Pemkab Mukomuko secara resmi mengumumkan kebijakan pengeringan serentak di wilayah Daerah Irigasi (DI) Manjunto bagian kiri dan kanan yang akan berlangsung mulai 1 September hingga 31 Desember 2026.

Langkah penutupan aliran air secara menyeluruh selama empat bulan tersebut dilakukan sebagai bagian dari manajemen distribusi air berkala. Kebijakan ini sekaligus memberikan ruang bagi pelaksanaan pemeliharaan fisik dan perbaikan teknis pada sejumlah titik saluran irigasi yang mengalami kerusakan dan pendangkalan.

Penerapan kebijakan pengeringan ini berlandaskan pada Keputusan Bupati Mukomuko Nomor 100-96 Tahun 2023 tentang Jadwal dan Pola Tanam Daerah Irigasi Manjunto Tahun 2023–2027. Keputusan tersebut kemudian diperkuat melalui Berita Acara Rapat Komisi Irigasi Kabupaten Mukomuko yang telah disepakati bersama pada 23 Juni 2026.

Kepala Baperinda Kabupaten Mukomuko sekaligus Ketua Komisi Irigasi, Singgih Pramono, S.H., M.H., menjelaskan bahwa keputusan ini diambil demi menjamin ketersediaan pasokan air sawah secara optimal untuk jangka panjang. Menurutnya, pengeringan berkala merupakan prosedur standar operasional dalam pemeliharaan sarana pengairan agar mampu menunjang hasil panen masyarakat.

"Pengeringan ini resmi dimulai pada 1 September 2026. Keputusan ini merupakan hasil kesepakatan dalam rapat Komisi Irigasi dan mengacu pada Keputusan Bupati yang telah ditetapkan. Seluruh pihak diharapkan dapat mematuhi jadwal ini demi kebaikan bersama dan menjaga fungsi jaringan irigasi tetap optimal," kata Singgih Pramono, Jumat (24/7/2026).

Singgih menambahkan, jika jaringan irigasi terus dipaksakan beroperasi tanpa adanya jeda pemeliharaan, risiko kebocoran struktur serta pergeseran tanggul saluran akan semakin membesar. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kendala serius bagi kelancaran pasokan air di musim tanam berikutnya.

"Pengeringan ini bukan sekadar menghentikan aliran air, melainkan bagian dari siklus pengelolaan irigasi jangka panjang. Apabila pemeliharaan dan perbaikan tidak dilakukan sekarang, potensi kerusakan saluran akan semakin parah dan dampaknya dapat merugikan produktivitas pertanian warga," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Komisi Irigasi Kabupaten Mukomuko mengimbau seluruh petani yang mengandalkan pasokan air dari jaringan Manjunto untuk menyesuaikan jadwal pengerjaan lahan. Petani diminta untuk tidak memaksakan penanaman padi di luar jadwal yang telah ditentukan guna menghindari potensi kegagalan panen akibat ketiadaan suplai air.

Langkah patuh terhadap pola tanam resmi ini juga dinilai penting untuk mencegah timbulnya konflik antarpetani terkait pembagian debit air yang terbatas selama masa peralihan Musim Tanam.

"Kebijakan ini bukan merupakan aturan yang mendadak. Pola tanam ini telah disusun dan disosialisasikan sejak tahun 2023. Oleh karena itu, para petani diharapkan sudah mengantisipasi langkah ini sejak awal dan tidak memaksakan diri menanam di luar jadwal agar terhindar dari kerugian materi," ujar Singgih.

Untuk memastikan pelaksanaan kebijakan dan pengerjaan perbaikan di lapangan berjalan tertib, Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui tim pengawas Komisi Irigasi akan melakukan pemantauan secara berkala di sepanjang saluran DI Manjunto, baik wilayah kiri maupun kanan.

Langkah pemantauan ini dilakukan guna menjamin seluruh proses rehabilitasi dan pemeliharaan struktur saluran selesai tepat waktu, sehingga jaringan irigasi siap dialiri kembali secara maksimal pada awal tahun mendatang.

"Kami akan melakukan pengawasan secara berkesinambungan selama masa pengeringan berlangsung. Langkah ini diambil untuk memastikan kebijakan berjalan sesuai ketentuan dan pengerjaan pemeliharaan saluran dapat rampung tepat waktu," tutup Singgih Pramono.

Melalui program pemeliharaan berkala ini, Pemerintah Kabupaten Mukomuko berkomitmen untuk terus menjaga ketahanan pangan daerah serta meningkatkan kesejahteraan para petani secara berkelanjutan. (MC Kominfo/end)

Editor: admin mukomuko