MUKOMUKO, Mediacenter - Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus memperkuat dukungan terhadap pembelajaran berbasis digital di satuan pendidikan. Salah satunya melalui Program Satu Guru Satu Laptop (Sagusala) yang dilaksanakan pada 2026.
Program tersebut menyasar 73 sekolah, terdiri atas 43 sekolah dasar (SD) dan 30 sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Mukomuko. Penyediaan perangkat laptop ditujukan untuk membantu guru dalam menjalankan tugas pembelajaran maupun administrasi yang semakin membutuhkan dukungan teknologi.
Kepala Disdikbud Kabupaten Mukomuko, Arni Gusnita, mengatakan perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan membuat ketersediaan perangkat digital menjadi salah satu kebutuhan penting bagi guru.
Menurutnya, guru saat ini tidak hanya dituntut menyiapkan materi pembelajaran, tetapi juga mengerjakan berbagai administrasi pendidikan yang dapat dilakukan dengan lebih mudah melalui perangkat digital.
“Pembelajaran saat ini semakin banyak menggunakan teknologi digital. Karena itu, guru membutuhkan perangkat yang dapat menunjang pelaksanaan tugasnya, baik dalam menyiapkan bahan pembelajaran maupun menyelesaikan administrasi,” kata Arni, Rabu (7/10/2926).
Ia menjelaskan, Program Sagusala merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah untuk membantu guru memiliki perangkat kerja yang dapat digunakan dalam menjalankan tugas sehari-hari di sekolah.
Pada tahun 2026, program tersebut menyasar 73 sekolah dengan rincian 43 SD dan 30 SMP. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan dan sasaran yang telah ditetapkan.
“Untuk tahun 2026, program Sagusala menyasar 73 sekolah, terdiri dari 43 SD dan 30 SMP. Pelaksanaannya dilakukan sesuai tahapan dan kebutuhan yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Arni menegaskan, laptop yang disiapkan melalui program tersebut tidak hanya untuk membantu pekerjaan administrasi guru. Perangkat itu juga diharapkan dimanfaatkan dalam menyiapkan modul, bahan ajar, media pembelajaran serta berbagai sumber belajar yang dapat menunjang kegiatan di kelas.
Dengan tersedianya perangkat secara personal, guru diharapkan dapat lebih leluasa mempersiapkan kebutuhan pembelajaran tanpa harus bergantung pada penggunaan komputer secara bersama-sama di sekolah.
“Fasilitas ini jangan hanya digunakan untuk administrasi, tetapi juga dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran. Guru dapat menggunakannya untuk menyiapkan materi dan mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik,” ujarnya.
Disdikbud Mukomuko mendorong sekolah dan guru penerima program untuk memanfaatkan fasilitas tersebut secara optimal dan bertanggung jawab. Dukungan perangkat digital diharapkan dapat membantu guru menjalankan tugasnya sekaligus memperkuat penerapan teknologi dalam proses pembelajaran.
“Yang paling penting, fasilitas yang diberikan dapat digunakan dan dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung tugas guru serta meningkatkan kualitas proses pembelajaran di sekolah,” tutup Arni. (MC Kominfo/end)
Editor: admin mukomuko