MUKOMUKO,Mediacenter – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko terus menggalakkan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya penyakit rabies atau anjing gila. Penyakit yang menyerang sistem saraf ini diingatkan dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Jajat Sudrajat,SKM. M.Si menegaskan bahwa rabies adalah penyakit yang sangat berbahaya dan hampir selalu menyebabkan kematian jika sudah menunjukkan gejala.
"Rabies ini penyakit zoonosis yang menyerang sistem saraf pusat. Begitu gejala muncul, hampir 100 persen fatal. Karena itu kami di Dinkes Mukomuko terus mengimbau masyarakat untuk waspada, terutama gigitan hewan penular rabies seperti anjing, kucing, dan kera," Imbau Jajat Sudrajat saat dikonfirmasi, Jumat (30/10/2026).
Menurut Jajat, rabies ditularkan melalui gigitan, cakaran, atau air liur hewan yang terinfeksi. Hewan yang paling sering menjadi penular di Mukomuko adalah anjing liar, kucing, dan kera.
Kadinkes Mukomuko menjelaskan ada tiga langkah utama pencegahan yakni, Vaksinasi hewan peliharaan hal ini sangat penting oleh sebab masyarakat yang memelihara anjing dan kucing kesayangan untuk melakukan vaksinasi rutin. Karena vaksinasi hewan adalah benteng utama dan awa hewan peliharaan ke Puskeswan atau fasilitas kesehatan hewan terdekat.
Kemudian hindari kontak dengan hewan liar, masyarakat diminta jangan mendekati, mengganggu, atau memberi makan hewan liar yang berkeliaran. Apalagi jika hewan menunjukkan perilaku aneh. Kemudian yang ke tiga awasi anak saat bermain dengan hewan.
"Ajarkan anak-anak kita untuk bersikap aman terhadap hewan. Jangan biarkan anak bermain sendiri dengan anjing atau kucing tanpa pengawasan orang tua,"tegasnya.
Jajat Sudrajat juga menekankan pentingnya penanganan pertama jika tergigit hewan yang dicurigai rabies. Jangan ditunda yakni segera cuci luka dengan sabun dan air mengalir selama 10-15 menit. Ini untuk menghilangkan virus yang ada di air liur. Kemudian setelah dicuci, segera bawa korban ke Puskesmas, RSUD, atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan Vaksin Anti Rabies (VAR) sesegera mungkin. Kemudian ikuti seluruh jadwal vaksinasi sesuai petunjuk tenaga kesehatan. Jangan putus di tengah jalan.
"Jangan dianggap sepele luka gigitan, sekecil apapun. Langsung cuci dan langsung ke faskes. Vaksin anti rabies tersedia di fasilitas kesehatan kita," tegas Jajat.
Dinkes Mukomuko juga meminta masyarakat mengenali gejala rabies pada hewan agar lebih waspada yakni liur berlebihan, kemudian gelisah dan mudah marah / agresif, lemah dan kehilangan nafsu makan dan elumpuhan hingga kematian.
Jajat menambahkan, jika menemukan hewan dengan ciri-ciri tersebut, segera laporkan ke perangkat desa, Puskesmas, atau Dinas Kesehatan.Dinkes Mukomuko juga membuka layanan informasi melalui media sosial resmi Dinkes Mukomuko dan website http://dinkes.mukomukokab.go.id.
"Ingat, sekali muncul gejala, rabies hampir selalu berakibat fatal. Jadi pencegahan dan penanganan cepat adalah kuncinya. Cegah rabies, selamatkan nyawa,"demikian Jajat Sudrajat. (Mc Kominfo/R)
Editor: admin mukomuko