Berita Detail

Rabu, 12 Agustus 2026
Dinkes Mukomuko Tekankan Profesionalitas dan Pelayanan Prima di RS Pratama Ipuh

MUKOMUKO, Mediacenter – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Jajat Sudrajat, SKM, M.Si. meminta seluruh jajaran RS Pratama Ipuh terus memperkuat kedisiplinan, integritas, dan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama setelah layanan rumah sakit tersebut mulai beroperasi selama 24 jam.

Penegasan tersebut disampaikan Jajat saat memberikan pembinaan kepada tenaga kesehatan dan seluruh unsur pelayanan di RS Pratama Ipuh. Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga medis, tetapi juga seluruh pegawai yang terlibat dalam sistem pelayanan rumah sakit.

"Kedisiplinan bukan sekadar aturan kepegawaian, tetapi bagian dari budaya kerja yang menentukan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kehadiran tepat waktu, tanggung jawab dalam bekerja, dan kepedulian terhadap pasien harus menjadi komitmen bersama," ujar Jajat, Rabu (12/8/2026). 

Ia mengapresiasi seluruh tenaga kesehatan, pegawai ASN maupun non-ASN, yang selama ini telah mendukung operasional rumah sakit sehingga pelayanan kesehatan 24 jam dapat berjalan dengan baik.

"Layanan 24 jam yang sudah berjalan patut kita syukuri dan pertahankan. Namun itu bukan akhir dari proses pembenahan, melainkan langkah awal untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit," tambahnya.

Jajat menilai keberadaan RS Pratama Ipuh sangat strategis karena menjadi salah satu fasilitas kesehatan rujukan bagi masyarakat di wilayah Mukomuko bagian selatan. Oleh sebab itu, pelayanan yang diberikan harus terus ditingkatkan agar masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang cepat, aman, dan berkualitas.

Ia meminta seluruh jajaran rumah sakit menjaga nama baik institusi dengan bekerja secara profesional, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

"Setiap petugas harus memahami bahwa pasien datang dengan harapan mendapatkan pertolongan. Karena itu pelayanan harus dilakukan dengan cepat, tepat, dan penuh empati," tegasnya.

Selain aspek teknis pelayanan, Dinas Kesehatan juga menekankan pentingnya sikap ramah dan komunikasi yang baik kepada pasien dan keluarga pasien.

"Sikap ramah, senyum, dan cara berkomunikasi yang baik merupakan bagian dari pelayanan kesehatan. Masyarakat akan merasa lebih nyaman apabila dilayani dengan empati dan penghargaan," kata Jajat.

Menurutnya, kualitas rumah sakit tidak hanya diukur dari kelengkapan fasilitas, tetapi juga dari perilaku dan profesionalitas sumber daya manusia yang memberikan pelayanan sehari-hari. 

Jajat menambahkan, penguatan disiplin dan mutu pelayanan juga berkaitan dengan persiapan akreditasi RS Pratama Ipuh yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Dinas Kesehatan, kata dia, terus memberikan dukungan terhadap kesiapan rumah sakit menghadapi proses tersebut.

"Akreditasi jangan dipandang sekadar penilaian administrasi. Yang lebih penting adalah bagaimana proses itu mendorong perbaikan sistem pelayanan, keselamatan pasien, tata kelola rumah sakit, dan kualitas kerja seluruh petugas," jelasnya.

Ia berharap momentum akreditasi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat standar pelayanan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap RS Pratama Ipuh.

Dengan layanan 24 jam yang telah berjalan, dukungan Dinas Kesehatan, serta persiapan menghadapi akreditasi, RS Pratama Ipuh diharapkan mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah Mukomuko Selatan secara lebih optimal.

Jajat menegaskan bahwa konsistensi pelayanan harus terus dijaga melalui disiplin kerja, koordinasi yang baik, integritas petugas, dan peningkatan mutu pelayanan secara berkelanjutan.

"Kami berharap seluruh jajaran rumah sakit terus menjaga semangat pelayanan. Kepercayaan masyarakat akan tumbuh apabila pelayanan diberikan secara profesional, manusiawi, dan konsisten setiap saat," tutup Jajat Sudrajat. (MC Kominfo/end) 

Editor: admin mukomuko