MUKOMUKO - Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko menyalurkan bantuan berupa obat herbisida kepada sejumlah kelompok tani yang berada di dua kecamatan di wilayah Kabupaten Mukomuko. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus membantu petani dalam mengendalikan gulma yang berpotensi menghambat pertumbuhan tanaman.
"Ya kemarin kita telah memberikan bantuan obat Herbisida untuk pengendalian gulma dan hama pada tanaman padi kepada kelompok tani yang ada di Kecamatan XIV Koto dan Kecamatan Lubuk Pinang,"ungkap Kepala Dinas Pertanian Mukomuko, Hari Mustaman ketika dikonfirmasi, Senin (06/04/2026).
Lanjutnya, pemberian bantuan obat Herbisida ini setelah pihak kelompok tani di dua kecamatan tersebut mengajukan permohonan bantuan kepada Dinas Pertanian Mukomuko.
"Jadi para kelompok tani ini mengajukan berkas permohonan kepada kami meminta bantuan obat untuk mengendalikan atau mengatasi hama pada tanaman padi. Jadi pada permohonan tersebut disebutkan jenis hama dan obat apa yang di minta kemudian kita lakukan pengecekan melalui penyuluh pertanian di wilayah tersebut dan kemudian kita realisasikan bantuan tersebut,"jelasnya.
Dikatakannya, untuk ketersediaan kebutuhan obat Herbisida untuk para petani di Kabupaten Mukomuko ini mencukupi.
"Untuk ketersediaan atau stok kebutuhan obat Herbisida untuk pembasmi hama pada musim tanam ini mencukupi dan aman untuk kebutuhan para petani di daerah ini,"ungkapnya.
Ditambahkannya, dengan ketersediaan obat Herbisida yang mencukupi para petani padi di Kabupaten Mukomuko tidak perlu merasa cemas dan khawatir karena stok kebutuhan obat Herbisida untuk musim tanam ini aman.untuk pendistribusian obat Herbisida untuk para petani ini, dilakukan sesuai kebutuhan para kelompok tani yang ada di daerah ini.
"Obat-obatan herbisida tersedia yakni obat jenis insektisida, herbisida, dan fungisida yang digunakan untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit tanaman padi. Dan obat jenis pestisida ini sangat penting dalam menjaga produktivitas tanaman dan mengantisipasi potensi gagal panen akibat serangan organisme pengganggu tanaman,"pungkasnya. (Mc Kominfo/R)
Editor: admin mukomuko