Berita Detail

Senin, 27 Oktober 2025
Beban Petani Berkurang, Harga Pupuk Subsidi di Mukomuko Turun Drastis

MUKOMUKO,Mediacenter – Kabar menggembirakan datang bagi para petani di Kabupaten Mukomuko. Setelah bertahun-tahun mengeluhkan mahalnya biaya pupuk yang membebani ongkos produksi, pemerintah pusat akhirnya menurunkan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen dari harga eceran tertinggi (HET) sebelumnya. Kebijakan nasional yang langsung diterapkan di seluruh daerah ini menjadi angin segar bagi petani Mukomuko, yang selama ini berjuang di tengah tingginya biaya tanam dan cuaca yang tidak menentu.

Kepala Seksi Saprodi, Alsintan, dan Pembiayaan Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Mukomuko, Dodi Hardiansyah, SP, menyebutkan bahwa penyesuaian harga tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kptsp/SR.30/M/10/2025 tentang perubahan atas keputusan sebelumnya mengenai jenis, harga eceran tertinggi, dan alokasi pupuk bersubsidi untuk tahun anggaran 2025.

“Untuk harga terbaru, Urea sekarang Rp1.800 per kilogram, NPK Rp1.840, NPK Kakao Rp2.640, ZA Rp1.360, dan pupuk organik Rp640 per kilogram. Harga ini sudah resmi berlaku di seluruh jaringan distribusi pupuk bersubsidi di Mukomuko,” jelas Dodi.

Ia menuturkan, kebijakan ini menjadi jawaban atas keresahan petani yang selama ini harus merogoh kocek cukup dalam untuk memenuhi kebutuhan pupuk. Penurunan harga hingga 20 persen, kata Dodi, diharapkan mampu menekan biaya produksi dan mendorong peningkatan produktivitas pertanian di daerah.

“Alhamdulillah, ini kabar yang sudah lama ditunggu petani kita. Turunnya harga pupuk subsidi tentu akan meringankan beban mereka dan meningkatkan semangat dalam mengolah lahan. Mudah-mudahan dampaknya bisa langsung terasa pada hasil panen mendatang,” ujarnya.

Dodi juga mengingatkan pentingnya ketepatan sasaran distribusi pupuk bersubsidi. Ia meminta kelompok tani segera memperbarui data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) agar bantuan pupuk bisa diterima secara adil dan merata.

“Kami terus mengimbau agar data RDKK diperbarui dan penggunaan pupuk dilakukan secara bijak. Pemerintah sudah memberi keringanan harga, maka tanggung jawab kita menjaga agar distribusinya tepat sasaran,” tambahnya.

Kebijakan ini disambut dengan sukacita oleh petani di berbagai kecamatan. Mereka menilai langkah pemerintah tersebut membawa harapan baru di tengah kondisi pertanian yang kian sulit.

“Kalau harga pupuk turun, kami jelas terbantu. Biaya tanam lebih ringan, semangat kerja juga naik. Mudah-mudahan musim tanam nanti hasilnya lebih baik,” ungkap Amris, seorang petani di Kecamatan Kota Mukomuko. 

Editor: admin mukomuko