Berita Detail

Jumat, 02 Oktober 2026
Cegah Bullying dan Kekerasan di Kalangan Pelajar, Kemenag Mukomuko Dorong KUA Aktif Edukasi Siswa

MUKOMUKO, Mediacenter – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mukomuko mendorong seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) di setiap kecamatan untuk memperluas peran pembinaan kepada generasi muda dengan turun langsung ke madrasah. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya preventif untuk membentuk karakter siswa sekaligus mencegah berbagai perilaku negatif di kalangan pelajar, seperti bullying, perkelahian, kekerasan, serta tindakan yang bertentangan dengan norma agama, sosial, dan hukum.

Kepala Kemenag Kabupaten Mukomuko, H. Widodo, S.H.I., M.A.P., mengatakan pembinaan terhadap siswa tidak cukup hanya mengandalkan pembelajaran akademik dan pendidikan agama di lingkungan sekolah. Menurutnya, siswa juga perlu dibekali kemampuan mengelola emosi dan menghadapi persoalan secara bijak.

“Anak-anak berada pada fase penting dalam pembentukan karakter. Karena itu, mereka perlu dibimbing agar mampu mengendalikan emosi, berpikir sebelum bertindak, dan memahami bahwa setiap perbuatan memiliki dampak bagi diri sendiri maupun orang lain,” ujar Widodo, Jumat (2/10/2026). 

Ia menjelaskan, persoalan yang melibatkan pelajar sering kali bermula dari hal-hal sederhana, seperti kesalahpahaman, saling mengejek, perbedaan pendapat, atau persoalan dalam pergaulan. Apabila tidak diselesaikan dengan komunikasi yang baik, persoalan tersebut dapat berkembang menjadi konflik bahkan berujung pada tindakan kekerasan.

Karena itu, Kemenag Mukomuko meminta KUA tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan administrasi dan keagamaan, tetapi juga mengambil bagian dalam pembinaan kehidupan sosial dan moral generasi muda.

“Kami ingin KUA hadir lebih dekat dengan lingkungan pendidikan. Edukasi yang diberikan kepada siswa tidak hanya mengenai pengetahuan keagamaan, tetapi juga bagaimana mereka membangun komunikasi yang sehat, menghargai teman, menghadapi perbedaan, dan menyelesaikan masalah tanpa kekerasan,” katanya.

Menurut Widodo, pengendalian emosi menjadi salah satu kemampuan penting yang perlu ditanamkan kepada siswa sejak dini. Dengan kemampuan tersebut, siswa diharapkan tidak mudah terpancing ketika menghadapi persoalan dan mampu mempertimbangkan tindakan sebelum mengambil keputusan.

Ia menegaskan, upaya mencegah bullying dan kekerasan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Madrasah memiliki peran dalam pendidikan dan pembinaan siswa, sementara KUA dapat memperkuatnya melalui pendekatan keagamaan, moral, dan sosial. Di sisi lain, orang tua dan lingkungan masyarakat juga memiliki tanggung jawab yang sama dalam membentuk perilaku anak.

“Pembinaan tidak boleh hanya dilakukan setelah muncul persoalan. Pencegahan harus dimulai sejak dini dan dilakukan secara berkelanjutan. Ketika anak dibiasakan menghargai orang lain, mengendalikan diri, dan menyelesaikan persoalan melalui komunikasi, potensi terjadinya bullying maupun kekerasan dapat diminimalkan,” jelasnya.

Kemenag Mukomuko juga mendorong madrasah untuk membangun komunikasi dan kerja sama yang lebih intensif dengan KUA, orang tua, serta masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang aman sekaligus mendukung perkembangan karakter siswa.

Widodo berharap keterlibatan KUA dalam pembinaan di madrasah dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pembentukan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki akhlak, tanggung jawab, serta kemampuan mengelola diri dan menghormati orang lain.

“Tujuan akhirnya adalah membentuk anak-anak yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, mampu mengendalikan diri, menghormati orang lain, dan bertanggung jawab terhadap setiap tindakan yang mereka lakukan,” tutup Widodo. (MC Kominfo/end)

Editor: admin mukomuko